Berbagi Semangat di SMK Muda Bawean (Traveling and Teaching Hari 2)

Oleh Imaniar Hanifa - Mei 26, 2018



Ini adalah kelanjutan dari petualangan saya mengikuti Traveling dan Teaching 1000 Guru Surabaya di pulau yang indah, Bawean. Selepas jalan-jalan ke Hutan Mangrove Bawean, kami kembali ke rumah singgah untuk istirahat dan mempersiapkan kegiatan esok hari.

Kak Wira mengajakku dan kak Upegh untuk mendiskusikan rencana seminar mini di SMK Muda Bawean besok. Malam itu kami sekalian sharing dengan Kepala SMK, Pak Shihab, dan penduduk setempat.

Dari cerita Pak Shihab, rupanya banyak anak-anak SMK yang enggan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang notabene hanya ada di Jawa. Usut punya usut, ternyata sebagian siswa tidak termotivasi karena nggak tahu mau apa dengan pendidikan tinggi. Ditambah lagi, orang tua masih ada yang mengecilkan semangat anak-anak dengan bilang, "biaya pendidikan itu mahal, kalau nggak jelas mau jadi apa, mendingan bantu orang tua berkebun".

Ups, ternyata sebagian penduduk Bawean terkendala pola pikir demikian. Saya sih nggak kaget-kaget amat, karena sering mendengar curhatan teman-teman dari daerah mengeluhkan hal tersebut.


Sayang banget, sebab banyak pula elemen masyarakat di sini mengusahakan pendidikan terbaik hingga bolak balik ke Jawa. Mulai pengadaan peralatan laboratorium komputer hingga mengajak siswa untuk studi banding ke sekolah di Jawa.

Bukan hanya itu, pemerintah juga memberikan prioritas penerimaan Beasiswa Afirmasi untuk daerah 3T -- Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.  Pulau Bawean termasuk dalam daerah 3T tersebut. Terbukti, ada penerima beasiswa Bidikmisi dari Bawean tahun itu.

Kalau jalan sudah dibukakan, orang-orang di sekitar mau membantu, saatnya menumbuhkan semangat mereka untuk terus menuntut ilmu!

Seminar Mini di SMK Muda Bawean


SMK Muda Bawean ternyata tak begitu jauh dari lokasi rumah singgah volunteer 1000 Guru Surabaya. Kami cukup berjalan kaki di area pemukiman yang teduh dan sejuk.

Pagi itu, siswa-siswi dikumpulkan dalam satu ruang kelas untuk berkenalan dengan volunteer 1000 Guru Surabaya. Kak Petta dan Kak Almyra yang jadi MC untuk acara seminar mini sukses bikin acara jadi ceria banget. Kak Almyra suaranya kenceng banget, kayaknya sih nggak butuh mic untuk ngomong di ruangan segede apapun. Sedangkan Kak Petta bikin kuis tebak-tebakan yang nggak banget.



"Hewan, hewan apa yang kakinya empat...
Lehernya panjang...
Tinggi...
Jerapah apa hayo?"

Yawla pertanyaan apa barusan.

Kak Wira kemudian menjelaskan tentang potensi yang dimiliki oleh lulusan SMK. Menarik, nih. Soalnya banyak yang masih melihat lulusan SMK dengan sebelah mata. Padahal lulusan SMK itu tidak hanya dibekali teori dari buku dan guru di kelas, namun juga praktek langsung di dunia kerja. Kebayang dong kalau lulusan SMK punya nilai plus di mata dunia profesional? Enaknya lagi, lulusan SMK tetap punya pilihan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau universitas.  Makin banyak keunggulannya, deh!

Kemudian Kak Upegh dari divisi Multimedia 1000 Guru Surabaya menjelaskan potensi internet untuk mengembangkan kreativitas sekaligus cari duit. Dia menjelaskan bahwa kita tak lagi harus menjadi konsumen di dunia digital. Internet membuat semua orang bisa menjadi produsen, penyedia konten. Saat ini makin banyak profesi yang berkaitan dengan dunia digital. Dari pengalamannya, ia berangkat dari jurusan TKJ lalu mengambil jurusan Multimedia dan terus menekuni area tersebut. Hmm.. Terbukti nih, SMK bisa kuliah lagi dan kerja pun~


Saya? Sebagai lulusan SMK yang kuliahnya masih di IT aja, saya menceritakan apa saja lapangan kerja, pilihan jurusan kuliah, dan potensi berwirausaha untuk lulusan vokasi. Nah, sebagai "perantau", saya juga menceritakan cara saya kuliah sambil kerja, plus mengasah kemampuan sesuai dengan minat saya.

Ternyata banyak juga yang mengajukan pertanyaan. Misalnya, eh, kalau aku kuliahnya ini, bisa ya jadi pengusaha? Kayak apa pengusahanya? Minatku ini, nih, kak! Aku mau kuliah juga, tapi kalau kendala biaya, gimana dong? Bisa nggak ya aku membangun Bawean setelah jauh-jauh kuliah di Jawa?



Senang rasanya ketika siswa-siswi ini bertanya. Bagi saya, itu berarti minimal dua hal: mereka tertarik dan memperhatikan bahasan kami; lalu semangat mereka untuk terus maju dan mencari ilmu kian terpantik.

Semoga usaha kecil kami ini bisa membuat mereka selalu semangat untuk memperoleh pendidikan terbaik ❤

Pelabuhan Pamona Menuju ke Pulau Gili


Kami kembali ke rumah singgah untuk makan siang dan istirahat. Makan siang kali ini enak banget! Selain masih masak bareng-bareng, kami makan di gazebo yang teduh dan sejuk.

Selanjutnya, bersiap untuk ke Pulau Gili, destinasi mengajar kami esok hari.

Otak iseng saya bekerja. "Gili" sendiri sudah memiliki arti "pulau". Terus kalau Pulau Gili, berarti "pulau pulau" ya?



Ternyata memang iya, Gili merupakan sebutan bagi warga lokal untuk pulau kecil di timur Bawean. Mereka menyebut Pulau Bawean sebagai "daratan", dan Gili sebagai "pulaunya" Bawean. Itu artinya, banyak dari mereka yang dulu wawasannya sebatas di Bawean saja. Daratan Jawa, bagi mereka sudah teramat jauh. Merantau ke Jawa sama jauhnya dengan menuju Malaysia.

Padahal, Pulau Bawean adalah bagian dari provinsi Jawa Timur. Makanya, bagi orang Jawa "daratan", Bawean adalah pulau, dan Gili adalah pulaunya pulau. Nah, lho. Bingung kan 😅


Oke, supaya tidak bingung, kami menuju Pelabuhan Pamona. Lokasinya sekitar 30-45 menit perjalanan dari Desa Daun. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan sawah-sawah yang asri dan sejuk. Warga sekitar juga tampak sangat ramah dengan kedatangan kami. Di Pelabuhan Pamona, saya melihat sejumlah perahu yang merapat di dermaga apung. Hey, pelabuhan ini cantik juga ya!

A post shared by Imaniar Han (@rainhanifa) on


Tak seperti kemarin, cuaca hari itu cerah dan terik. Lautan biru dengan angin sepoi-sepoi membuat kami sedikit mengantuk menunggu kapal. Rencananya, kami akan naik dua perahu "angkot". Selain karena jumlah orang, kami juga membawa beberapa kardus buku, peralatan sekolah, dan kado untuk adik-adik SD besok. Hmm.. banyak muatan~



Selfie di kapal kedua, kapal pertama isinya banyakan kardus sih 😅

Sunset di Gili Noko

Menjelang matahari terbenam, para relawan 1000 Guru Surabaya diajak untuk mengunjungin Noko, pulau pasir kecil di selatan Gili. Menurut beberapa warga, kita bisa jalan kaki langsung dari Gili menuju Noko pada siang hari. Wah, ternyata saat siang hari, laut surut dan menampakkan jalur pasir yang menghubungkan Gili dan Noko. Namun karena senja sudah bersiap pergi, jadi kami menuju Noko menggunakan perahu angkot lagi.

Pemandangan sunset dari perahu menuju Noko

Gili Noko ini enak banget buat piknik! Selain pasirnya putih dan sangat halus, laut biru di sekitarnya tak terlalu dalam. Oke lah untuk berenang-berenang santai. Dermaga cantik di sisi pulau juga menambah spot foto instagrammable di Noko. Agak menyesal tidak segera datang ke sini saat hari masih terang 😅


Kami menyalakan api unggun sejenak untuk menerangi suasana yang semakin gelap. Setelah ini, kami akan kembali ke Gili untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kegiatan teaching di SD Sidogedungbatu besok.

Semoga kegiatan kami lancar, ya!

  • Share:

Sudah Baca Ini Belum?

30 komentar

  1. Kak... Mau diajarin ngeblog 😃😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Diyaaa! 😀😀
      Aku masih belajar juga ini. Mampir ke blognya kak Diya dulu yaa

      Hapus
  2. "Bisa nggak ya aku membangun Bawean setelah jauh-jauh kuliah di Jawa?"

    Pertanyaan yang bagus dan harus diberi semangat terus agar cita²nya kesampaian untuk membangun daerahnya.

    BalasHapus
  3. wah serunya dan gak lupa pakai jalan2 ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, supaya jalan-jalannya tetap bermanfaat :)

      Hapus
  4. Kunjungan perdana nih...
    Salam kenal ya Kak

    BalasHapus
  5. Seru banget, Kakak. Kakak-kakak sangat keren banget. Berbagi inspirasi dengan adik-adik di tempat lain. Mamak-maka ini jadi mupeng deh. Tetap menginspirasi, ya. :)

    BalasHapus
  6. Kadang terasa ironis ya kalau lihat semangat generasi muda bersemangat meneruskan ke perguruan tinggi tapi terbentur beaya.
    Memang, beaya kuliah sekarang tidaklah sedikit.
    Semoga kedepannya ada kemudahan beaya untuk mereka.

    Senengnya ya kak dapat tugas sambil travelling ... ,aku juga mau tuh kak ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi saya percaya, where there's a will, there's a way. Kalau ada niat, nanti pasti ada jalannya.
      Ikutan kegiatan komunitas atau movement untuk pendidikan, bang :)

      Hapus
  7. seneng banget deh liat anak-anak muda ini masih punya semangat jadi pengusaha dan menjadi sosok yang lebih baik. Keren kegiatan travelingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mom. Semoga impian mereka tercapai, ya :)

      Hapus
  8. Wah aku kepo dengan laut surut dan menampakkan jalur pasir yang menghubungkan Gili dan Noko pada siang hari. Pasti keren sekali, udah kebayang nih.

    btw di sini juga ada 1000 Guru loh Mbak, tapi aku belum pernah ikutan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, di posting berikutnya bakalan aku bahas, deh :D
      Iya, 1000 Guru punya beberapa regional. Sebelumnya aku ikut Malang, baru kali ini di Surabaya. Semoga bisa mencicipi kegiatan 1000 Guru di luar pulau nantinya :)

      Hapus
  9. Saya juga lulusan Smk, kangen dehh suasana sekolah saya 90 persen cewe semua muridnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga SMK, tapi jurusan saya malah 80% cowok 😂

      Hapus
  10. kakk inspiratif bangeett <3 terus menginspirasi ya kakk

    XOXO, Cilla
    www.mkartikandini.com

    BalasHapus
  11. kayaknya seru banget tuh travel-nya

    BalasHapus
  12. langit boleh mendung masa depan harus cerah..

    well done!

    nikmatilah masa muda mu untuk traveling, sebelum waktu sibukmu untuk mencari pundi pundi rupiah mengikat untuk menjauh dari hobimu.. :)

    BalasHapus
  13. Menurut gua pola pikir mereka itu nggak salah,dan sekarang memang benar faktanya demikian, biaya kuliah mahal terus udah lulus sulit nyari kerja, ini pengalaman gua dan teman-teman gua ckck, bagi yang lulus langsung kerja Alhamdulillah, nasib loe beruntung ckck

    BalasHapus
  14. Dulu gara-gara ikut Kelas Inspirasi dari Indonesia Mengajar, jadi ketagihan buat ketemu adik-adik dan berinteraksi bareng di sana. Tapi belum pernah nih kalau di luar Tangerang. Jadi kepengin mengajar lagi habis baca tulisan ini. :D

    BalasHapus
  15. Kebetulan saya sudah bekerja 😄
    Tentu saja harus pandai cari waktu atau ambil cuti demi ikut kegiatan seperti ini. Soalnya ini lebih dari hobi, tapi juga give back to our people.

    Jadi inilah cara saya bersyukur dengan rezeki dan kesempatan yang saya dapatkan, traveling sambil teaching 😄

    BalasHapus
  16. Tidak salah kok. Makanya kami datang untuk sharing ke sana. Kami bukan cuma memotivasi, tapi memberikan informasi cara mendapatkan beasiswa, memanfaatkan hobi untuk mencari penghasilan, membagi waktu kuliah dan kerja. Saya pun mengalami masa-masa kuliah mahal, kerja part time, mengejar beasiswa, mencari kerja setelah lulus, kok.

    Saat ada banyak hambatan, kita butuh titik terang untuk tahu bagaimana untuk melangkah. Sharing adalah salah satu cara solutif, ketimbang berhenti di skeptis.

    BalasHapus
  17. Wah, ada yang dari Kelas Inspirasi nih. Iya, kegiatan begini bikin ketagihan 😄 Saya juga berencana ikut kegiatan lagi tahun ini. Semoga kita diberi kesempatan ya kak Sintia 😄

    BalasHapus
  18. keren bangets mba terus menginspirasi, aku jadi pengen deh hehehe tapi pas bagian jaln-jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan-jalannya memang asyik banget mba 😄

      Hapus
  19. Bawean ternyata bagus juga ya pantai dan lautnya.

    BalasHapus

Bagaimana pendapatmu? Sampaikan dengan baik, ya! Komentar kamu akan muncul setelah dimoderasi.