Pendakian Gunung Kelud 1731 mdpl via Tulungrejo, Blitar

Oleh Imaniar Hanifa - April 03, 2018


Kebanyakan orang hanya mengunjungi sisi barat Gunung Kelud dari Kediri dan tidak bisa melihat langsung kawahnya. Akses turun ke kawah sendiri memang ditutup karena berbahaya. Meski begitu, main ke Gunung Kelud dari Kediri tergolong mudah kok. Apalagi ada Bukit Teletubbies-nya yang fotogenic.

Berbeda dengan jalur wisata di Kediri, rute yang saya tempuh kali ini memang benar-benar rute pendakian: trekking tiga jam melalui hutan, menempuh trek berpasir, meniti sisi gunung yang curam dan menyusuri punggung naga yang bikin bulu kuduk berdiri. Padahal Kelud "kalah tinggi" dibandingkan gunung lain di Jawa Timur, "hanya" 1.731mdpl.

Hmmm.. penasaran?


Perjalanan menuju Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo


Jalur pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo adalah salah satu yang paling mudah diakses. Petunjuk jalan pun cukup memadai meski bukan petunjuk resmi. Warga setempat juga bisa memberi informasi arah karena sudah akrab dengan peningkatan jumlah pendaki yang melalui jalur ini.

Jalur Tulungrejo bisa diakses dari beberapa arah:
  • Dari arah Blitar dan Malang selatan, kamu bisa menuju Wlingi lalu ke arah utara mengikuti petunjuk arah Tulungrejo
  • Dari arah Kediri, kamu bisa menuju arah Batu lalu berbelok ke arah selatan di Mulyorejo mengikuti petunjuk arah Tulungrejo/Wlingi/Bendungan Selorejo
  • Dari arah Batu atau Malang utara, ambil arah Kediri lalu berbelok lalu berbelok ke arah selatan di Mulyorejo mengikuti petunjuk arah Tulungrejo/Wlingi/Bendungan Selorejo.
  • Dari Surabaya, pilih saja rute Batu di atas karena lebih pendek ya!
Kamu juga bisa menggunakan Google Maps ke arah Kantor Desa Tulungrejo seperti di bawah ini. Nanti di sana ada petunjuk jalan buatan warga yang memang sengaja dibuat untuk membantu pendaki yang kini marak ke Gunung Kelud.


Saya sendiri memilih mengambil rute Malang selatan, soalnya lebih familiar dengan rute tersebut. Kalau dari Kota Malang, saya menuju Kepanjen (Jalur Lintas Barat) ke arah Wlingi. Ditambah lagi waktu keberangkatan pendakian saya (lagi-lagi) malam hari. Sementara terakhir kali saya lewat jalur Batu, jalanan yang saya lalui belum diperbaiki dan banyak lubang besar yang berbahaya. Alhamdulillah, sih, ternyata sudah diperbaiki.

Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo

Malam itu, kami sampai di Pos Perizinan Pendakian Jalur Tulungrejo sekitar pukul 8 malam. Hanya ada tim saya di Pos Perizinan. Oya, Pos Perizinan saat saya ke sana diurus oleh Pak Wardi. Kami mampir di rumah beliau untuk mengisi data diri, sekaligus menunggu hujan reda sambil menyesap teh panas.

Jumlah anggota tim kami... ehm. Tiga orang. Hahaha, saya memang belum pernah mendaki dalam rombongan jumlah banyak atau ikut open trip. Dari Pos Perizinan hingga pintu masuk pendakian disediakan ojek motor atau pick up jika jumlah rombongan cukup banyak.

Beberapa saat kemudian ada tiga orang pendaki dari Kediri yang juga ingin memulai pendakian malam itu. Hore, teman baru! Meski demikian kami menunggu cukup lama sebelum memulai pendakian. Selain faktor ojek, kami juga menunggu hujan reda agar tak terlalu licin.

Ingat, safety first!

Pintu Masuk Pendakian Gunung Kelud (foto ketika siang hari)
Kami mulai melangkah dari Pintu Masuk Pendakian pukul 12 malam. Anjir, ya, tengah malam banget nih? Total perjalanan hingga Pos 3 (camping ground) adalah tiga jam. Mungkin bisa lebih cepat jika tidak ada saya, perempuan satu-satunya di tim gabungan ini, hehe. Sebab saya tahu, dua cak tim saya: Luqman dan Rendy adalah tipe pejalan cepat kalau sedang tidak jadi porter. Tiga teman baru dari Kediri apalagi. Fisik mereka yang masih muda jelas memiliki endurance tinggi.

Ditemani sinar bulan yang cukup terang, kami sampai di Pos 3. Membangun tenda dan beristirahat sejenak, karena tim Kediri ingin mengejar sunrise di Puncak. Saya? Ehm.. dengan kondisi yang menurut saya kurang persiapan, saya jadi mengantuk dan ingin berangkat setelah matahari terbit saja, hahaha!

Esok paginya baru saya dengan tim menuju Puncak Kelud. Trek turunan batu nan tajam dan punggungan naga menyambut kami begitu turun dari Pos 3. Kebayang nggak Punggung Naga itu seperti apa? Ekstrim!

Iya, kami menyusuri bagian yang terlihat seperti garis saja itu
Punggungan Naga ini adalah jalur dengan lebar sekitar kurang dari tiga meter. Nggak bisa papasan. Bisa juga di beberapa titik saja. Kanan kiri jurang yang bikin bulu kuduk berdiri. Mesti ekstra hati-hati! Setelah menyusuri Punggungan Naga yang sempit dengan kanan-kiri jurang, kami dihadapkan dengan dinding Puncak Kelud yang memiliki trek pasir dan batu.

Gile! Gunung Kelud ini memang nggak setinggi Semeru, namun sangat cadas! Beberapa kali Cak Rendy menyebut kalau Kelud ini memiliki trek yang mengingatkannya pada Raung, gunung terekstrim di Pulau Jawa. Dari Punggungan Naga yang seperti Jalur Shiratal Mustaqim (tapi trek tanah), hingga tanjakan nggak habis-habis yang kami temui sebelumnya.

Sebagai perbandingan saja: Semeru memiliki ketinggian 3.676mdpl. Raung, gunung terekstrim di Pulau Jawa memiliki ketinggian 3.344mdpl. Bromo, wisata terfavorit di Jawa Timur memiliki ketinggian 2.329mdpl. Kelud "hanya" memiliki ketinggian 1.731 mdpl. Tapi nanjak semua nggak ada bonusnya.

Tentu saja Raung memiliki trek yang lebih berbahaya, jalur lebih panjang dan menanjak, tapi Gunung Kelud punya pesonanya sendiri. Seperti kata pendaki kawakan: Setiap gunung punya ceritanya masing-masing.




Sejak beberapa meletus beberapa tahun silam, Gunung Kelud memiliki kawah baru yang berwarna kehijauan. Kebetulan, saya pernah mengunjungi Candi Penataran di kaki gunung ini dua hari sebelum meletus.

Ini juga istimewanya menggunakan jalur pendakian via Tulungrejo untuk mengunjungi Gunung Kelud: kita bisa melihat langsung kawahnya. Kalau dari jalur wisata di Kediri, tidak bisa. Demi alasan keamanan tentunya. Namun kalau kamu pernah melakukan pendakian, memiliki fisik dan persiapan oke, boleh saja mengunjungi Kelud lewat Tulungrejo :)


Aih, sayangnya saya tidak sempat berfoto di Puncak Kelud karena sudah males, cuaca kurang mendukung, badan juga rasanya agak masuk angin karena harusnya makan siang tadi, hehe. Akhirnya kami kembali ke Camp Ground ketika matahari mulai bergeser ke barat.

Di perjalanan kembali, kami bertemu rombongan anak muda sekitar usia sekolah yang menuju kawah. Agak disayangkan, sih, mereka tak tampang membawa perbekalan yang cukup. Memang Gunung Kelud bisa didaki secara tek-tok, alias naik dan turun sekaligus dalam sehari. Meski demikian, persiapan lengkap baik makanan, air minum, sepatu atau sandal gunung, jas hujan, wajib bawa. Jangan meremehkan gunung betapapun seringnya kamu mendaki.

Manjat batu, udah. Cari jalur di antara pasir, udah. Kok tanjakannya nggak abis-abis ya?

Detail Pendakian Gunung Kelud Jalur Tulungrejo, Blitar


Standarnya waktu tempuh perjalanan adalah sebagai berikut:

  • Pos Perizinan - Pintu Masuk Pendakian : 30 menit dengan ojek
  • Pintu Masuk Pendakian - Camp Ground (Pos 3) : 3 jam, trek tanah menanjak
  • Pos 3 - Puncak : 1,5 - 2 jam, trek tanah berbatu kemudian pasir.

Spot Sunrise terbaik ada di Pos 3 dan Puncak. Sementara bagi kamu penikmat senja lebih bagus mengintip matahari tenggelam di antara dinding Gunung Kelud yang menghadap Kediri. Tapi hati-hati ya, sebab perjalanan turun dari kawah menuju pos tiga (camp ground) akan sangat berat ketika kondisi malam hari.

Untuk mendirikan tenda, lokasi terbaik menurut saya di Pos 3. Tapi jika ingin mendirikan di area tanah setelah Punggungan Naga, bisa juga namun areanya tidak terlalu luas. Mendirikan tenda di Puncak tidak disarankan karena angin kencang, serta kondisi areanya yang pasir dan batu bisa berbahaya.

Oh ya, jika kamu ingin melakukan pendakian ke Gunung Kelud via Tulungrejo dan membutuhkan informasi Pos Perizinan, hubungi saja Pak Wardi: 085857568470.

Eh tapi jangan digunakan untuk SMS tanya "Pak disana cuacanya gimana" ya? Sebagai pendaki modern, kalau sekedar cuaca saja bisa pakai aplikasi cuaca di smartphone atau website :)

Sebagai catatan juga, saya menggunakan kaos dan celana gunung ketika mendaki. Baju yang terlihat seperti rok itu baru saya pakai ketika foto saja alias pake dobel. Jadi selama pendakian, gunakan pakaian yang aman dan pastikan persiapan logistik dan keamanan lengkap ya!

  • Share:

Sudah Baca Ini Belum?

110 komentar

  1. Waini.. Target destinasi tahun ini...

    Btw.. Ternyata ada jalur pendakiannya juga ya..
    Kirain cuma bisa dijangkau naik motor..

    BalasHapus
  2. Mendaki gunung kelud hampir mirip kayak gunung raung ya, medannya gak sulit. Butuh perjuangan dan latihan fisik lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Raung sih sulitttt 😆
      Semua gunung butuh persiapan meskipun "hanya" wisata

      Hapus
  3. Sama ,saya juga baru tau kalo Kelud bisa di daki seperti Pendakian pada umumnya.

    Saya suka foto mba di kawah itu,kereen

    BalasHapus
  4. Masya Allah.. viewnya keren pisan gan :D
    pas naik cuacanya cerah gitu serasa puasss banget yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Sebenernya malam keberangkatan itu kami kehujanan. Deres banget! Tapi ketika mulai pendakian sudah reda jadi tanahnya tidak berdebu.

      Pas naik ke puncak juga cenderung mendung, jadi tidak panas. Baru di view kawah cerah 😊

      Hapus
  5. Itu pas di punggung naga, ada semacam pagar atau tali pegangan untuk pengaman ga ya? Serem amat kalo sampai terpeleset huhuhu...

    BalasHapus
  6. Ini untuk parkirnya gimana mba amankah? pensaran pengen juga mendaki :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman, bisa dititipkan di Basecamp Pak Wardi (Pos Perizinan) :)

      Hapus
  7. Salut banget mbak bisa mendaki seperti ini. Aku gak kebayang gimana staminanya untuk bisa ikut perjalanan seperti ini. Latihan khususnya apa mba? Apa hanya olah raga saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya persiapan pendakian ada juga yang latihan lari, atau rutin mendaki gunung yang "mudah". Ada banyak temen perempuan yang staminanya udah bagus banget, tiap weekend selalu mendaki :)

      Hapus
  8. duh mbak, kagum deh sama yang suka ndaki ndaki gini. aku aktu itu naik ijen ya ampun lama amat kataku T^T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ijen bisa 1 jam sih dari pintu masuk sampai view kawah, cuma karena banyak wisatawan dan bisa santai, biasanya butuh lebih lama lagi :D

      Hapus
  9. Wahhhhh kerennn nih ekpedisi pendakiannya. Catet ah next kalo main ke Blitar mana tau mau nyobain nih keceh pemandangannya

    BalasHapus
  10. Mantap kawahnya, seperti Danau Kelimutu di Ende. Boleh juga nih, Kelud, next time =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul juga, ada salah satu kawah Kelimutu yang warnanya mirip ya :D

      Hapus
  11. Masya Allah, viewnya keren banget. Aku salut sama orang-orang yang suka mendaki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, seluruh alam Indonesia memang indah banget

      Hapus
  12. Indahnya Pesona Indonesia di Gunung Kelud ya, boleh ni mendaki gunung kelud

    BalasHapus
  13. Mendaki setelah sebelumnya hujan ada enaknya ya, Mbak, jadi tidak berdebu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dan berdasarkan pengalaman saya sih mendaki di musim hujan tidak sedingin saat kemarau. Meskipun begitu tetap harus ekstra hati-hati.

      Hapus
  14. ngomongin soal pendakian saya suka banget neng ...apa lagi saat mendaki ada yang nemenin sidia cantik imut berhijab coklat.........berbagai macam arena pendakian hampir pernah saya coba semua.....hanya satu yang saya takuti yaitu mendaki........

    mendaki apa coba...? bisa nebak nggak....
    yang jelas bukan mendaki punyanya orang lhoo.....

    BalasHapus
  15. Wah kaya gitu punggungan naga, fotonya terlihat dramatis.. jadi terbayang suasana di lord of the rings ^^v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooh, adegan mau nyari hobbit yang diculik itu ya! :D

      Hapus
  16. Wah indah ya mba keren

    BalasHapus
  17. Pengalaman sangat mengesankan,kak ... terutama saat menyusuri jalur yang tampak segaris itu.

    Bayanginnya ikut begidik ... berjalan di tepi jurang menganga berkabut seperti itu.
    Sensasinya pasti woow ....

    Jadi pengin ikut ngerasain langsung berjalan di atas sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm.. coba sendiri saja biar tahu sensasi menegangkannya :D

      Hapus
  18. Pemandangannya bagus banget yaa. Kapan saya bisa daki gunung ke sini :D.

    BalasHapus
  19. Kagum banget sama para ukhti yang mamou mendaki gunung, tante gie sering banger mendaki jaman muda. Kalau oom mah banyak dah yang udah keliling naik gunung.

    Sayang gie nggak bisa ketempat yang terlalu tinggi dan rempong plus nggak dapat ijin sama orang tua buat cobain daki gunung. Baru gunung bromo aja itu pun sama keluarga wkwkwkwkk.

    Anw tfs ya, jadi berasa ikutan naik gunung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena orang tua khawatir keselamatan Kak Gie. Mendaki gunung kan memang banyak resikonya :)

      Hapus
  20. Saya sebagai lelaki kalah nih. Aduh jam 12 malam, itu enak-enaknya tarik selimut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ke gunung pindah tempat tidur doang kok 😂

      Hapus
  21. Wanita tangguh kalau kata saya tentang pendaki gunung ini 😊
    Saya nggak mampu kayaknya setangguh itu :(
    padahal suguhan alamnya cantik banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kak Anggun bisa coba ke Kawah Putih atau Bromo, pemandangannya cantik banget :D

      Hapus
  22. Wah kaki saya kok jadi pegel ya setelah baca :D

    Btw salut kalo liat cewek suka mendaki gunung :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Kak Mei! Nggak apa-apa.. mendaki gunung itu berat, biar aku saja :D

      Hapus
  23. Aduuuh kangen bgt naik naik begini.. Blm pernah ke kelud juga aku.. Sepakat, yg paling penting safty first!!!

    BalasHapus
  24. wagila ngebayangin punggung naganya. kayaknya aku nggak bakal berani, satu sisi jurang aja sudah maksain hati biar berani :"
    Btw bagus banget ya kawahnya, dulu aku lewat Kediri emang nggak keliatan kawahnya, cuma gunung-gunung pasir gitu. itupun trekkingnya nggak susah. ato kurang nanjak ya? hihi lupa, udah lama :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, treknya aspal :))
      Begitu sampai atas, dipagerin deh sama petugas karena itu jalur turun ke kawah dan berbahaya untuk umum. Kalau dari arah saya, jalur dari Kediri itu ada di seberang. Jadi kelihatan mobil petugas-petugas dari kejauhan :D

      Hapus
  25. Ternyata ada jalur pendakiannya, keren pemandangan diatasnya.
    Pengen deh bisa ke gunung gelud juga. Keren pemandangannya, sesuai dengan perjuangannya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. capek sih tapi keren! :)

      Hapus
    2. Tapi capeknya dibayar lunas kalau udah diatas..he
      Semuanya butuh perjuangan ya..

      Hapus
    3. Nggak cuma gunung, hampir semua perjuangan pasti bikin lega di akhirnya :)

      Hapus
    4. Setuju, Teh..
      Semoga selalu dimudahkan apa yang sedang diperjuangkan.. aamiin..

      Hapus
  26. Aku pernah ke gunung kelud via selorejo (gak tau namanya apa) itu trus lewat hutan-hutan tapi waktu itu gak ada pos jaganya. Pas sampe deket kawah, ternyata gak ada jalan yang kayak difoto itu, cuma bebatuan curam. Jadi aku dan rombongan gak sampek puncak. Trus pengalaman yang tidak terlupa, ke sana pas musim ujan bikin semua baju dan peralatan basah kuyub sampe tidak ada baju kering yang tersisa. Jadi perjalanan pulang naek motor bener-bener menggigil sampai malang :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda jalurnya sih mbak. Aku dulu juga banyak yang curam dan harus manjat-manjat.

      Waduh, kasian banget mbaaa? :( Mending kalau packing baju (minimal), semua dimasukin kantung plastik dulu biar tetep ada stok baju kering. Atau ninggal satu baju ganti di motor.

      Hapus
  27. Puncaknya udah bisa dikunjungi mbak? Kok kemaren aku sempet baca tulisan dari Mbak Evrina itu, kayaknya puncaknya belom boleh untuk di datengi pendaki. Cuma 1700mdpl, tapi trekkingnya lama juga ya? 3 Jam...ckckck. Selain faktor jalan yang menanjak, mungkin juga karena lebar jalan yang di punggung naga itu. Ngeri gilaaaa... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok :) Aku 2017 ke Kelud, banyak temen-temen pendaki yang berfoto juga dengan bendera di puncak.

      Hapus
    2. Wahhh keren banget bisa naik sampe puncak, saya pertama kali naik gunung itu merbabu, dan rasanya capek banget karena memang baru pertama kali, tapi sekarang udah banyak gunung udah didaki, ayo naek lagi mba ima

      Hapus
    3. Wah, keren :D
      Saya cuma beberapa kali naik gunung dan selalu panjang ceritanya, sampai bingung mau nulis kayak gimana di blog, hihihi
      Insya Allah tahun ini mau mendaki lagi ^^

      Hapus
  28. Suangar. Wanita strong. Aku nggak terlalu suka naik gunung haha. Nice view btw!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Piridi! Aku sih sukanya makan-makan ke tempat yang kamu referensikan :D :D

      Hapus
  29. ahhh kangen naik gunung jadinyaaa... kerennn artikelnya mbaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, mba Zata! Terima kasih, ya.. Kapan nih naik gunung lagi? :D

      Hapus
  30. Bagus ya kawahnya. Saya belum lagi mendaki sejak lama, haha cuma pernah sekali saja. Gak ada teman yang mengajak jadi circlenya gak dapat deh.
    Eniwei setuju, persiapan mendaki harus benar-benar diperhitungkan dan dipersiapkan termasuk bekal makan minum dan p3k. Seringkali terjadi hal-hal yang tak diinginkan akibat kelalaian sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar juga. Saya tiap mendaki selalu dengan circle yang itu-itu saja. Beberapa kali ikut komunitas, tapi memang lebih nyaman pendakian dengan teman sendiri ya :D

      Hapus
  31. pengen nyoba main ke sana tapi tempatnya kok jauh, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kalau suka dan hobi, boleh lah berkunjung ^^

      Hapus
  32. Kalo dilihat gunungnya keren banget yah. Tapi aku takut banget naik gunung mba. Hmm, suka ngeri gituu. Tapi pengen. Aaah, sorry mba, jadi curhat. Hehe.

    BalasHapus
  33. Wuahh hebatt naik gunung :D saya gak berani naik gunung hehe padahal indah penasaran lihat langsung pemandangan diatas gunung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak gunung wisata yang tak kalah indah dan akomodasinya mudah kok :)

      Hapus
  34. Medan berat tapi nanti di akhirnya bisa mendapatkan pemandangan yang cantik yaaa :)

    BalasHapus
  35. Saya pernah ke kelud tapi jalan2 cantik. Lewat jalur wisatawan dan sedih ga dpt view kawahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, memang setiap jalur ada plus minusnya. Kalau jalur wisatawan lebih mudah, kendaraan bisa naik, jajan dan jasa foto ada banyak. ^^

      Hapus
  36. Wow keren mbak, pendakian yang melelahkan pastinya, tapi terbayar saat terpapar didepan mata, keindahan alam ciptaan Tuhan. Serasa diri sangat kecil, seperti debu di jagat raya. Allohu Akbar... inget dl zaman msh mendaki, meski nggak sering, karena sekedar mendaki bersama teman-teman...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, saya tiap mendaki gunung bukan kemudian merasa bangga sudah di puncak tapi malah galau karena rasanya kecil sekali diri ini :(

      Hapus
  37. Viewnya keren banget ya ampun, kalo udah di atas keknya males turun ya, terlalu indah untuk ditinggalkan tempat itu, bagus banget mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kadang rasanya malas turun lanjut camping saja. Enak bisa jauh dari hiruk pikuk perkotaan :D

      Hapus
  38. Pdhal mantanku pendaki gunung pro, yg pernah naklukin seven summits dengan team wanadri. Tp aku nya nyeraaah kalo mendaki gunung huahahaha. . Satu2nya puncak yg prnh aku naikin, itupun cm sampe pos 1, cm puncak sikunir, dan udh tepar :p. Kliatan bgt staminaku ga dilatih utk mendaki sih, cm untuk jalan kaki di jalanan datar pas traveling :p

    Merinding aku pas liat jalur naganya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren banget itu mantannya! :D
      Eh, Puncak Sikunir itu cantik banget, mba. Salah satu spot terbaik untuk lihat matahari terbit, Golden Sunrise. Beruntung banget Mba Fanny bisa ke sana ^^

      Hapus
  39. jadi kangen mendaki gunung lagi...

    BalasHapus
  40. Melihat view yang indah banget, rasanya terbayar kesulitan saat mendaki gunung :)

    BalasHapus
  41. Membahas gunung kelud saya jadi teringat dulu saat sedang meletus2nya. Gak tau kenapa ya mungkin saking kerasnya dentuman sampai terdengar didaerah saya. Kebetulan saya tinggalnya disekitar kabupaten magetan. Malamnya seperti ada suara halilintar atau apa saya lupa padahal cuaca sedang tidak hujan atau mendung. Dan benar pagi hari saat pertamakali buka pintu rumah lihat tanaman disekeliling sudah putih semua kena debu pasir. Sepi sekali waktu itu orang orang gak berani keluar rumah. Rasanya seperti terkena badai salju ketutup semua.....

    Oh iya ngomong-ngomong saya sama sekali belum pernah mendaki. Kira2 apa aja nih barang bawwan yg perlu disiapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ingat momen meletusnya Kelud dulu. Malang bertetangga langsung dengan Kediri, tapi kami nyaris tidak kena dampaknya. Ada beberapa kecamatan di Kabupaten Malang yang sangat dekat dengan Kelud dan terkena abu erupsi. Tapi kota Malang aman.

      Malam itu langit barat merah dan berkilat-kilat gitu. Serem, sekaligus takjub..

      Secara umum sih pakaian dan sepatu layak pendakian, obat pribadi, peralatan masak, tenda, makanan, dan peralatan survival lain. Kalau disebutin semua, makin banyak detailnya :D

      Hapus
  42. Anak gunung ya mbak? saya suka lihat pemandangan alamnya, tapi aku belum pernah naik gunung. Biarlah aku jadi anak pantai aja, hehehee

    yang penting sama2 traveling

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, enggak juga. Saya juga menulis tentang pantai dan wisata lainnya kok ^^

      Semua tempat traveling bagus, tinggal bagaimana kita menjaga dan menikmatinya kan? :D

      Hapus
  43. Perlu persiapan ekstra kalo mau naik gunung ya, siap barang bawaan dan siap fisik juga. Aku ke Ijen aja sudah nggos-nggos an naiknya hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelan-pelan saja mendakinya, yang penting aman dan sesuai jadwal. Kan puncaknya nggak kemana-mana :D

      Hapus
  44. Sy belum pernah mendaki gn kelud, stelah membaca artikel ini jadi tertarik ingin kesana, hayalan sih pengen banget ke raung tapi banyak kendala di waktu..hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa segera terwujud yaa mbaa :D

      Hapus
  45. Wah hebat mbak Hanifa memang pendaki wanita yang tangguh... Salut buat mbak..! :)
    gunung Bromo aja belum pernah saya datangin.. apalagi gunung lainnya.. Hehehe..

    BalasHapus
  46. Wah ternyata trek Gunung Kelud lumayan ekstrim juga ya!
    Berhubung belum pernah ke Raung, jembatan Shiratal Mustaqim-nya mengingatkan saya sama treknya Merbabu.
    TFS mbak! Bisa buat tambahan info nih kalo mau ke Kelud, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, sekarang saya yang baper pengen ke Merbabu :D

      Hapus
  47. Nah, pas bnagat ini untuk pendaki pemula yaa.. Ketinggiannya hanya 1 7 an MDPL

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut saya sih pemula - menengah, ya. Karena meski tidak terlalu tinggi, treknya lumayan sulit..

      Hapus
  48. Yang punggung naga kayak JLS-----jalur lintas semut, keliatannya dari jauh. That's really scary! But I bet it's really pump your adrenalin *.*

    Persiapannya gimana kak? Lari muterin rampal selama dua minggu? ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagusnya sih lari atau jogging muterin rampal minimal seminggu. Tapi kenyataannya siang pengen malem berangkat :))

      Hapus
  49. wah ini nih mbak, saya dulu ke kelud lewat kediri dan ketika sampai di sana ternyata kita gak dibolehin masuk soalnya demi keamanan. Padahal saya ngebet banget pengen liat kawahnya langsung yang katanya beberapa tahun yang lalu sempat meletus. Akhirnya saya cuman berdiri di gerbang pelarangan sambil nikmati kediri dari puncak kelud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau dari Kediri memang khusus wisata jadi ditutup demi keamanan pengunjung.

      Hapus
  50. Yihaa mantap banget nih mbakkk cantikk udah kaya wonder woman mendaki kawah gunung xixixi,, kalau saya mana berani kak mendaki2 gtu.. Mending mendaki di kasur aja sambil tiduran wkkwk.. Spotnya bagus ya kak segerrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang makin banyak perempuan yang mendaki :D
      Kalau saya sih, hobi tidur iya, suka jalan-jalan iya. Jadinya ke gunung pindah tidur hahaha

      Hapus
  51. waaaah, menarik banget kak!
    pemandangannya indah dan emng ciamik banget foto2mu :)
    baca tulisan ini jadi mantep nih mau nyoba naik gunung tahun ini, dari kemarin2 belum berani, belum ada nyali buat coba naik gunung :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap hati-hati yaa, semoga pendakiannya lancar :)

      Hapus
  52. Keluud! Keren ternyata ih! Masukin wishlist dulu deh ;p

    BalasHapus
  53. Jadi ingin deh mendaki ke kawah gunung kelud ..

    BalasHapus

Bagaimana pendapatmu? Sampaikan dengan baik, ya! Komentar kamu akan muncul setelah dimoderasi.