Traveling and Teaching 5 Tahun 1000 Guru (Part 2)

Oleh Imaniar Hanifa - Maret 22, 2018


Perjalanan panjang yang melelahkan ternyata tidak menyurutkan semangat kami untuk bertemu adik-adik SD Negeri 5 Karangharjo, Glenmore. Ternyata mereka juga sama antusiasnya dengan kami. Dikelilingi gunung dan perkebunan, suasana di lokasi terasa sejuk banget!

Kegiatan teaching

Pukul enam pagi suara-suara ceria mengisi area SD. Anak-anak mulai berdatangan. Beberapa langsung berlarian di lapangan, ada yang membeli nasi bungkus di kantin untuk sarapan, ada juga yang segera berkumpul dengan teman sekelompoknya.

Satu jam kemudian, kami semua berkumpul di lapangan untuk upacara pagi. Di sela-sela sambutannya, Kepala SD Negeri 5 Karangharjo, Glenmore bercerita sedikit tentang tenaga pendidik yang minim untuk sekolah ini. Beberapa malah merupakan "guru transfer", dipindahtugaskan dari SD lain yang lebih dekat dengan kota.


Kami kemudian mulai memasuki kelas masing-masing. Saya kebagian kelas tiga dan bertemu lagi dengan sesama alumni TNT 6, Kak Lintang. Sebagai pekerja di non-government organization, Kak Lintang ini kreatif banget bikin yel-yel untuk kelas tiga. Nyanyi bareng ini kelihatannya cuma seneng-seneng aja, ya? Padahal bisa memupuk kebersamaan antar siswa dan rasa percaya dengan kakak-kakak relawan pendamping, lho.



Di kelas tiga, kami bercerita tentang tokoh-tokoh dan pahlawan nasional. Ada beberapa tokoh yang kami ceritakan, di antaranya R.A Kartini, H.O.S Cokroaminoto, Frans Kaisepo. Hayo, kamu tahu nggak Frans Kaisepo itu siapa?


Belajar nggak melulu tentang guru ngomong di depan kelas, kok. Soalnya, kami juga mengenalkan pahlawan-pahlawan nasional ini melalui wayang. Kalau begini mereka langsung aktif bertanya. Seperti apa kisah pahlawan nasional ini? Kenapa diangkat jadi pahlawan? Ternyata berjuang itu bukan cuma mengangkat senjata ya kak?


Pertanyaan mereka nggak berhenti ketika waktu istirahat tiba. Dengan mulut menikmati roti dan susu, adik-adik juga menanyakan tentang kami. Mereka cepat merasa akrab untuk berbagi cerita sebagai anak-anak pegawai perkebunan dan pabrik.

"Kakak asalnya dari mana, jauh ya?"
"Aku punya adik juga, itu kelas satu sekarang"
"Kakak, kakak, kuliah itu apa kak?"
"Kak bisa lagu dangdut ini nggak?"


Ketika sesi teaching kedua --seperti keyakinan kami bahwa belajar itu tidak harus membosankan, kakak-kakak volunteer kelas tiga membagikan kertas, pensil warna, dan spidol. Kali ini adik-adik diajak menggambar dan mewarnai tokoh pahlawan nasional yang mereka kagumi. Jangan harap gambarnya mirip, sebab tujuannya bukan itu. Adik-adik menceritakan hal-hal yang mereka kagumi dari tokoh tersebut di depan kelas.


Lomba 17-an


Selepas jam pulang sekolah dan beristirahat, kami berkumpul lagi di lapangan depan sekolah. Masih dalam suasana perayaan Hari Kemerdekaan, nih. Jadi kami mengadakan lomba ala tujuh belasan!

Lomba yel-yel antar kelas, mencari koin, memasukkan paku ke botol... Nostalgia masa kecil banget nggak sih? Tidak ketinggalan juga yang selalu ada tiap acara 17-an: lomba balap karung dan makan kerupuk.



Lucunya, setelah melalui babak penyisihan, ternyata yang menjadi finalis lomba balap karung adalah kelas 2 dan kelas 5. Ternyata kelas 2 ini jago loncat-loncat semua, ya? Bahkan kelas 3 yang secara fisik lebih besar bisa mereka kalahkan. Namun adik-adik kelas 2 tidak minder dengan rival finalnya yang sudah kelas 5. Mereka pokoknya mau main aja, sih. Hahaha!


Suasananya makin meriah karena bukan cuma adik-adik yang heboh berlomba, tapi kakak-kakak volunteer pada nggak mau kalah nyorakin kelas asuhannya. Rame banget deh! Guru-guru dan ibu-ibu pun ikut nimbrung, memberi semangat ke jagoan kecil mereka.


Tentu saja nggak semua menang, tapi semua jelas senang. Soalnya ada bagi-bagi hadiah dan tentunya penyerahan donasi berupa tas, buku, dan alat tulis. Kan bermain untuk bersenang-senang, bukan untuk sedih atau galau 😁


Kok cepet banget yaa rasanya? Tiba-tiba hari sudah sore dan kami harus berpisah dengan adik-adik ini. Sebelum matahari terbenam, kami harus ke Kota Banyuwangi dan bersiap menyeberang ke Pulau Tabuhan. Belum apa-apa sudah kangen karena mereka banyak yang tanya, "Kak, kapan ke sini lagi?"

Tentu saja kami ingin bertemu kalian lagi.
Tapi bagaimana kalau kalian bersemangatlah menuntut ilmu,
Lalu sapalah kami dengan senyuman nantinya,
Dan bagikan ilmu serta kebahagiaan
Untuk adik-adik kalian di penjuru negeri ini.

Oke? ^^
Salam Lima Jari!


  • Share:

Sudah Baca Ini Belum?

46 komentar

  1. Selalu pengen ikutan kegiatan seperti ini, tahun ini memantau acara yang mirip dan dekat kota. Sekalinya ada, waktunya yang kurang pas :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pantau terus di beberapa regional terdekat, Kak. Biasanya mereka punya jadwal yang berbeda-beda :)

      Hapus
  2. wah , rame ada banyak kumpulan anak2 sd. jadi keinget jamanku sd dulu aku sering nangis, tapi itu dulu lho. sekarang jarang nangis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nangisnya waktu kecil sama gede beda ya :))

      Hapus
  3. wah armai ya , dan seru kalau saam anak2

    BalasHapus
  4. Keren dan terpuji menjadi satu... hebat...

    Btw, nama blognya barusan ganti ya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, ya.. Alamatnya ganti udah hampir setahun, sih :))

      Hapus
  5. Menyenangkan bisa ikut bergabung Volunteer dan memberi ilmu kepada adik-adik.

    Untuk menjadi seorang volunteer persyaratannya apa saja,kak ?.

    BalasHapus
  6. Secara umum sih usia 17-30 tahun, peduli pendidikan anak-anak, siap datang ke daerah yang tergolong sulit :)

    BalasHapus
  7. sukses terus mba memberikan ilmu pendidikan untuk Indonesia

    BalasHapus
  8. Mengenalkan pahlawan nasional pakai media wayang?
    Yang terlintas diotak ku langsung wayang kulit lho mbak? Bener? Atau pakai bahan apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai wayang mainan, jadi kita menggunakan gambar yang dijadikan sebagai wayang. Adik-adik menggambarnya juga secara sederhana lalu ditampilkan di depan kelas :D

      Hapus
  9. Dari dulu pengen banget ikutan 1000 guru di Papua sini.
    Cuma selalu ada aja kendalanya.
    Mulai dari bentrok sama kegiatan kantor dan acara keluarga.
    Pengen banget seru2an bareng sambil berbagi pengetahuan dengan anak2 SD atau sebayanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa teman volunteer ada yang sudah ikutan kegiatan 1000 Guru Papua. Jauh tapi tetap semangat untuk berbagi :D

      Semoga segera diberi kesempatan, ya, Kak!

      Hapus
  10. Kebersamaan dengan anak-anak yang sangat menyenangkan itu, Mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, senang juga karena bisa berbagi :)

      Hapus
  11. Semoga semakin banyak pemuda-pemudi yang punya dedikasi ingin membangun bangsa melalui anak-anak didik di sekolah dasar pada daerah terpencil seperti kalian yaa. Saya salut lo apalagi kalian mengajar dengan cara yang fun, menarik minat, dan gampang dimengerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga semakin banyak partisipasi semua pihak untuk peningkatan pendidikan :)

      Hapus
  12. Pengalaman seru pastinya :) Jadi pengen lagi ikut kelas2 mengajar seperti ini :)

    BalasHapus
  13. "Tentu saja nggak semua menang, tapi semua jelas senang.", suka banget sama kalimat ini.
    Yap, mengajar tuh emang seru. Apalagi kalau yang di ajar termasuk muda banget (kayak TK sampai SMP). Dulu gue pernah mengajar anak PAUD dan TK. Bukan dalam rangka kegiatan organisasi, tapi dalam rangka mengabdi ke masyarakat yang tertuang di matakuliah character building. Pas perpisahan, ada beberapa anak yang nangis kejer karena nggak bisa ketemu kita lagi. Soalnya kita cuma dapat giliran mengajar sebanyak lima kali pertemuan dan anak-anaknya mau minta lebih. Katanya, cara mengajar kami asik. Apalagi kami selalu mengajak mereka bermain (tentunya sambil belajar).
    Ah! Jadi kangen mereka, kan :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, keren kak. Pengabdian masyarakat itu beda dengan KKN ya? Alhamdulillah bisa memberi kesan baik untuk adik-adik di sana ya.. Semoga kehadiran kita bisa memotivasi mereka supaya makin rajin dan semangat belajar :)

      Hapus
  14. jadi relawan itu menyenangkan ya.. saya sekali ikut jadi keterusan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut acara apa nih kak? Bagi pengalamannya juga doong :)

      Hapus
  15. Jadi inget KKN dulu ngajar di SD di desa-desa.

    BalasHapus
  16. Widih... Pasti seru nih, traveling sekaligus berkumpul dg anak² SD. Pasti juga sangat menyenangkan.

    BalasHapus
  17. Ahhh... Mantap kali, kakak ini.

    Saat belajar sudah dilakukan dengan sukacita, hasilnya pasti lebih maksimal.

    BalasHapus
  18. Wah seru banget ya, bisa berkumpul dengan anak-anak begitu..
    Jadi keinget waktu kecil dulu, pramuka tapi malah lupa pulang...keasyikan main. Akhirnya kehujanan. Nice post :))

    BalasHapus
  19. Ah seruuuu

    Jadi kangen pengen ngajar anak-anak lagi hiks

    BalasHapus
  20. mampirrrr ya mbak iman. serunya ngajar adek adek:)terus semangat ya mbak iman:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, bu! Terima kasih atas kunjungannya :D

      Hapus
  21. Melihat anak-anak itu tersenyum rasanya masih kurang peka dengan anak-anak Indonesia saya yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm.. belum tentu. Bagaimana kalau meluangkan sedikit waktu untuk mendengar dan mengenal mereka? :)

      Hapus
  22. Dari zaman kuliah udah niat banget mau ikutan kegiatan 1000 guru regional pwt, tp smpe lulus blm kesampaian. Dudududu, aku merasa menyesal nih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba daftar lagi, kak, selagi masih ada waktu :)

      Hapus

Bagaimana pendapatmu? Sampaikan dengan baik, ya! Komentar kamu akan muncul setelah dimoderasi.