Traveling and Teaching 5 Tahun 1000 Guru (Part 1)

Oleh Imaniar Hanifa - Januari 15, 2018


Akhir Agustus lalu, saya berkesempatan ikut kegiatan .traveling and teaching 1000 Guru lagi. Masih bergabung 1000 Guru regional Malang, tapi kali ini lebih istimewa. Satu, kegiatan TNT kali ini serempak dilakukan di regional-regional 1000 Guru se-Indonesia dalam rangka ulang tahun kelima @1000_guru. Kedua, meski dari regional Malang tapi kegiatannya dilakukan di Glenmore, Banyuwangi. Jauh banget! Seru, nggak tuh?

Sekilas tentang 1000 Guru


Pada 22 Agustus 2012 Jemi Ngadiono membuat komunitas 1000 guru. Kepedulian Jemi ini tidak terlepas dari masa lalunya yang sempat putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya. Jemi kini telah berhasil menyelesaikan studinya hingga ke bangku perguruan tinggi.

Komunitas 1000 guru ini memiliki prinsip dasar yaitu pendidikan yang membebaskan. Pendidikan yang membebaskan menganggap anak didik bukan sebagai objek pasif dari indoktrinasi, tapi sebagai subjek pembelajaran yang secara aktif tumbuh merdeka. Tugas pertama dari pendidikan adalah membebaskan anak didik dari belenggu-belenggu negatif yang membatasi kreatifitas anak untuk tumbuh, yang terekam baik dalam perilaku verbal maupun non-verbal. Tugas pendidikan yang berikutnya adalah menjadi teman diskusi bagi anak didik untuk secara proaktif membuat pilihan-pilihan secara bertanggung jawab.
Selengkapnya, bisa cek di website resmi 1000 Guru, ya!

Perjalanan Menuju Glenmore, Banyuwangi


Lokasi kegiatan .tnt kali ini lumayan jauh dari regional Malang, yaitu di Glenmore, Banyuwangi. Jadi, relawan dan tim berangkat bareng naik kereta dari Stasiun Malang. Setelah dua kali technical meeting yang sebelumnya diadakan, baru kali ini kami ketemu langsung sama semua relawan. Ternyata banyak relawan yang sudah pernah ikut kegiatan traveling and teaching sebelumnya. Jadi semacam reuni akbar gitu, deh!

Tapi baru berkumpul pun sudah ada drama di perjalanan traveling and teaching kali ini. Salah seorang relawan datang terlambat dari Sidoarjo naik bus kena macet, nyambar tukang ojek menuju stasiun, check-in sambil gemetar, dan berlarian menuju kereta. Pas di jalan, barulah dia nyadar kalau dia bisa menyusul lewat Stasiun Bangil, Pasuruan yang lebih dekat dengan Sidoarjo. Di hari esok, kakak terdrama ini juga nginjek bulu babi dan diobati dengan air pipis ajaib. Kayak gimana tuh?! Coba aja baca di tulisan tentang kegiatan travelingnya!

Perjalanan panjang ke Stasiun Glenmore, Banyuwangi, bikin sesama relawan pelan-pelan saling mengenal. Besok mau kerja sama membuat hati anak-anak senang! Menyiapkan materi teaching, potong pola untuk hiasan kepala, aduh, sibuknya...

Tapi di sela-sela kerepotan itu, tentu saja kami menyempatkan nyanyi bareng atau sekedar selfie untuk Instagram Story. Tetep, ya, ngeksisnya! Iya, lah. Kami semua jelas harus menyebarkan pesan positif kegiatan kami ke dunia, biar orang-orang ikut terinspirasi.

It never crossed my mind, aksi kita yang dilakukan suka cita ini ternyata bisa kok menginspirasi orang lain untuk berbagi.

Sampai di Stasiun Glenmore pukul 11 malam, tim dan volunteer 1000 Guru Malang menempuh dua jam perjalanan lagi menuju lokasi. Percayalah, dua jam itu "sebentar" karena truk yang mengangkut kami melaju cepat. Hanya melambat ketika memasuki area perkebunan yang nyaris semua berupa jalanan tanah dan batu makadam. Aduh, susah juga ya aksesnya!

Briefing sebentar, lalu istirahat. Butuh energi untuk pagi nanti! Kira-kira, kayak gimana ya kegiatan teaching di SD Negeri 5 Karang Harjo? Simak di posting berikutnya 😁

  • Share:

Sudah Baca Ini Belum?

30 komentar

  1. yang gabung di komuninitas ini lumayan banyak juga. dari guru2 tersebut akan saling kenal satu sama lain. pastinya keakraban akan selalu terjalin ya, mbak. hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak banget, dan bisa ikut regional manapun :)

      Hapus
  2. Stasiun Glenmore? Kok namanya asyik, gak pernah dengara sebelumnya heheh.

    Aku pingin ikutan
    (dah berapa kali ngomong kaya gini aku mah -_-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh aku juga mau ikutan kakak traveler hits dong! :D

      Hapus
  3. Aku pengen banget ikutan seperti ini hahahhaha. Cuma sekali ada waktunya kurang pas bagi orang karyawan.

    Kalau kena bulu babi, selain dipipisin juga bisa direndam kakinya dengan air hangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga karyawan, sih ^^
      Kalau memang suka ikut kegiatan, menyisihkan waktu untuk ikut pasti bisa kok kak. Tinggal pilih jadwal yang sesuai dengan jatah cuti, hihi.

      Hapus
  4. Durasinya berapa lama sih kak kalau jadi relawan komunitas 1000 guru ini ? Mungkin ada paket berapa hari/ bulan / tahunan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak paketan kak, hihi. Relawan biasanya ikut per event, durasinya umumnya 3 hari. Kalau di daerah tertentu yang cukup jauh bisa lebih.

      Hapus
  5. Wah, banyak banget yang ikutan ya, Mbak..pastinya jadi nambah kenalan dan pengalaman..

    BalasHapus
  6. saya suka dengan konsepnya

    Komunitas 1000 guru ini memiliki prinsip dasar yaitu pendidikan yang membebaskan. Pendidikan yang membebaskan menganggap anak didik bukan sebagai objek pasif dari indoktrinasi, tapi sebagai subjek pembelajaran yang secara aktif tumbuh merdeka. Tugas pertama dari pendidikan adalah membebaskan anak didik dari belenggu-belenggu negatif yang membatasi kreatifitas anak untuk tumbuh, yang terekam baik dalam perilaku verbal maupun non-verbal. Tugas pendidikan yang berikutnya adalah menjadi teman diskusi bagi anak didik untuk secara proaktif membuat pilihan-pilihan secara bertanggung jawab.

    kayaknya perlu juga di pelajari dan diterapkan untuk komunitas belajar anak pedalaman dan perbatasan di kalimantan. kasih saya mbak kalau lihat anak-anak itu, sampai presiden dan lagu indonesia aja banyak yang gak tau... makasih pemikirannya dan semoga berkah. amin Allahumma amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamin.. Terima kasih atas masukan dan doanya, Mbah Dinan :)

      Iya, kita tidak bisa melulu lepas tangan dan memprotes apa-apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Kita harus bergerak juga untuk kemajuan di daerah, minimal di daerah kita sendiri. Sebab tidak bisa dipungkiri, Indonesia ini wilayahnya sangat luas dan sejumlah lokasi masih sulit untuk dijangkau. Kita harus membantu teman-teman, adik-adik, dan saudara-saudara yang masih memiliki keterbatasan akses.

      Hapus
  7. Jadi pengen gabung juga ama komunitas 1000 guru ini.

    BalasHapus
  8. Suka dengan kegiatan seperti ini. Sudah terbayang kalau mendidiknya dengan cara menyenangkan. Karena belajar memang seharusnya menyenangkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Indonesia pasti bisa hebat kalau pendidikan merata dan cara belajarnya efektif sekaligus menyenangkan :)

      Hapus
  9. Wah keren sekali anak muda sekarang hehe. Semoga kegiatannya bisa menjadi berkah buat orang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih doa dan kunjungannya, Kak! :D

      Hapus
  10. Mungkin one day aku mau ikutan kegiatan kyk gini, coba kalau waktu single tahu neh ada kegiatannya ini pasti ikutan. thanks for sharing ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba ikutan, kak! Terbuka untuk umum tanpa batasan latar pendidikan dan pekerjaan. Terima kasih kunjungannya juga ya :)

      Hapus
  11. Masya Allah, hebat banget...bisa berbagi. Gie jd envy pengen berbagi juga, berbuat lebih banyak untuk mereka yang membutuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk berbagi kak! Kan rezeki dan ilmu semakin dibagi semakin bertambah :)

      Hapus
  12. walaahhh ternyata dari 1000 guru malang, salam kenal mba hehee
    pasti banyak temennya dari 1000 guru sulsel

    BalasHapus
  13. Nama tempatnya keren juga, ya, Glenmore. Btw di siapa Glenn Fredly? *oke ini garing banget*
    Setuju! Anak-anak jangan di jadikan objek pasif. Biarkan mereka aktif dan dengan begitu mereka bisa tumbuh jadi pribadi baik dan kreatif karena dibebaskan mengeksplor banyak hal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iyaa dulu pertama denger Glenmore berasa di tempat asing. Katanya sih dulu itu daerah perkebunan milik juragan Inggris, cmiiw :)

      Iya, cara belajar yang menyenangkan dan membebaskan untuk bereksplorasi bikin mereka lebih semangat untuk mencari ilmu. Karena belajar bukan menjadi beban lagi ^^

      Hapus
  14. Sempet kepengin sih bisa jalan2 bareng komunitas begini. Kayaknya seru yaaa, pergi rame2.. Kenalan ama banyak orang :) . Selama ini aku kalo jalan ya ama temen ato suami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sering tahu orang-orang yang tetap ikut komunitas meskipun sudah berkeluarga. Ada juga yang suami istri tapi tetep suka berkomunitas. Tapi balik lagi ke orangnya, sih, kalau lebih nyaman jalan dengan orang terdekat juga tetep asyik pasti :D

      Hapus
  15. kalau di instansi saya juga ada yang berkonsep seperti ini, levelnya tingkat kementerian, jadi nama programnya Kemenkeu Mengajar,

    dari kantor tempat bekerja akan mengeluarkan surat tugas untuk mengajar, tapi ya ga lama sehari dua hari gitu,

    semua biaya ditanggung oleh relawan,

    Ketika kita langsung terjun ke anak2 untuk mengajar, banyak hal yang bisa diperoleh, tertumasa soal "emosi" yang meluap-luap di dalam hati, kadang ada cerita sedih, senang, terharu, bangga dan lain sebagainya,

    Semoga kegiatan seperti ini terus ada ya

    BalasHapus
  16. komunitas 1000 guru bandung ada gak yaa? wajib ikutan nih buat saya yang calon guru..

    BalasHapus

Bagaimana pendapatmu? Sampaikan dengan baik, ya! Komentar kamu akan muncul setelah dimoderasi.