Berburu Sunrise di Gunung Penanggungan, Mojokerto

Sunrise di Gunung Penanggungan


Urusan mendaki, saya sih nggak ada apa-apanya. Cuma beberapa kali aja nyobain gunung piknik, alias yang mendakinya terbilang gampang. Itu pun kalo mendaki, kalo ke gunung yang ada ojek dan tangga, masih bisa dibilang mendaki ga sih?
Menggosipnya nanti saja, saya mau cerita soal pendakian ke gunung dangdut yang berlokasi di Mojokerto dulu, si cabe rawit Gunung Penanggungan. Tingginya nggak seberapa, cuma 1653 mdpl. Tapi julukannya adalah miniatur Semeru, dan sering dijadikan tempat diklat pecinta alam. Berarti treknya nggak main-main dong ya!

Kok dangdut?
Sebentar, nanti saya ceritakan, kawan.

A post shared by Imaniar 夏楢 (@rainhanifa) on
View Gunung Penanggungan dari Pundak. Baca artikelnya dulu, deh!

Sebenarnya tingkat kesulitan pendakian Gunung Penanggungan terbilang menengah. Dari pos 1 hingga pos 3 masih banyak bonus lah. Bahkan, masih ada warung di Pos 2 untuk ngopi cantik, isi tenaga dengan cemilan, atau kenalan sama pendaki cakep dari rombongan lain. Kalau mau bikin stories instagram atau sekedar caper kirim salam ke gebetan, masih bisa sampai Puncak Bayangan. Setelah pos 3, jalanan menanjak terus. Beberapa kali trek tanah bercampur batu butuh fokus selama pendakian. Berapa jam perjalanan untuk sampai ke Puncak Bayangan? Jujur, aku lupa ngitung! Sekitar 4 jam kali ya?

View Arjuno Welirang Kelud dari Puncak Bayangan, Gunung Penanggungan

Kebanyakan pendaki membuka lapak di Puncak Bayangan yang sebenarnya bernama Cemoro Kembar ini. Dari sini, kita bisa melihat view Arjuno-Welirang-Kelud di selatan yang anggun banget! Semeru pun cukup terlihat di tenggara jika kamu ingin menikmati matahari terbit cantik nan istimewa.

"masih ada sinyal padahal mau puncak, balesin chat dari fans dulu ah"

Anyway, di sini banyak pendaki yang bawa-bawa speaker dan nyetel dangdut. Mohon maaf bila kesyahduan gunung lumayan hilang di sini. Belum lagi kalau ada kondangan di desa bawah. Kedengeran sih, kadang-kadang. Yaa... itulah kenapa Penanggungan jadi gunung dangdut. Maaf kalau ada yang tidak berkenan. Tapi, ada baiknya kita tinggalkan penat-penat duniawi dengan menikmati lantunan alam saja, kan 😃

Dari Puncak Bayangan, Anda bisa mendaki lagi ke Puncak Pawitra. Butuh waktu kurang lebih 1-1,5 jam saja kok. Treknya berbatu, perlu manjat-manjat sedikit. Setelah itu kamu akan disuguhi padang rumput nan indah, lalu Puncak Pawitra memiliki pemandangan lebih keren!

Camp Puncak Pawitra, awas angin kencang!

Bendera penanda Puncak Pawitra

Oiya, kalau gunung yang bisa ditempuh kurang dari 5 jam, saya sih lebih suka treking malam, camp, kemudian cari sunrise. Hasilnya? WOW.


Gunung Penanggungan sebenarnya lebih dari sekedar destinasi pendakian. Anda bisa menemukan banyak sekali peninggalan bersejarah kerajaan Majapahit di lereng gunung ini. Menuruni puncak Pawitra ke arah utara, Anda juga bisa menyambangi sebuah makam di sana. Jika start pendakian dari jalur Jolotundo, Anda bisa sekalian mengunjungi Candi Jolotundo yang memiliki petirtaan. Dari beberapa peninggalan, banyak disebutkan bahwa Raja Hayam Wuruk sering mengunjungi Gunung Penanggungan dan Bukit Gajah Mungkur.

Petilasan di Pawitra, latar Sungai Porong di belakang
Oya, kok bisa sih diberi nama Gunung Penanggungan?
Ini hasil baca-baca ya. Ada sebuah naskah kuno berjudul Tantu Panggelaran, dengan catatan tahun Saka 1557 yang menuliskan kisah Gunung Pawitra ini. Konon, dahulu tanah Jawa sering sekali bergetar. Kemudian, dewa-dewa ditugaskan untuk memindahkan potongan Puncak Mahameru yang sangat tinggi dari Himalaya menuju Jawa. Dalam perjalanan, runtuhan Mahameru ini menjadi Gunung Wilis, diikuti Gunung Kelud, Gunung Kawi, Gunung Arjuna dan Gunung Welirang. Sisanya kemudian diletakkan di Lumajang sebagai Gunung Semeru. Sementara, puncaknya berdiri sendiri menjadi Pawitra, yang berarti bersih, suci, dan bebas dari bahaya. Saking istimewanya, banyak raja-raja yang berkunjung ke Gunung Pawitra di masa itu.

Selain itu, di Penanggungan ada sebuah spot yang mirip banget dengan Watu Tatah, Gunung Sindoro, Jawa Tengah. Kamu bisa naik ke batu dan berfoto ala-ala ekstrem di sini. Cukup aman kok, tapi tetap hati-hati dan sebaiknya jangan selfie supaya tetep fokus, ya.


Nah, kapan kamu mau aku ajakin lihat sunrise di Penanggungan?

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

32 komentar:

  1. Selamat naik ke puncak pawitra, next siap nanjak ke Semeru beneran nggak nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh laaah ke Semeru lagi. Bulan depan pendakian Semeru udah dibuka kan :D

      Hapus
  2. haduh ,,, viewenya itu loh mbak bikin aku baper pengen naik gunung lagi ,,, badanku agak besaran dikit , pas naik emang paling bontot nyampenya,,, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, nggak masalah ituu. Aku juga termasuk pejalan selaw, nyampe terakhir gapapa asal nggak kepisah ��

      Hapus
    2. di tinggalain temen mulu karena saking lemotnya ,,ahahah

      Hapus
    3. Hahaha, tapi biasanya ada aja yang nemenin kan mbak? Masa sendirian ditinggal :((

      Hapus
  3. Mungkin asik ya kegunung sekalian lihat2 peninggalan sejarah. Jadi Penasaran ?

    BalasHapus
  4. saya juga suka sekali gunung, dulu waktu masih muda alias single dan blm jadi ibu ibu gendut macam sekarang ini.. suka banget kalau diajak mendaki..

    sekarang udah ga bisa lagi..naik tangga aja mengas hahhha haduh

    jadi pas baca postingan ini, ngayal ngayal sendiri.. kapan ya bisa melihat sunrise di pegunungan lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin bisa ke gunung piknik aja, bu, hihihi. Sunrise di Bromo atau Ijen kan cantik banget!

      Hapus
  5. Kereen banget perjalanannya, Hobbynya mantap! Semangat terus mbak Imaniar....

    BalasHapus
  6. Pemandanganya keren sekali !! Lucu juga ya mbak namanya gunung dangdut hehe

    BalasHapus
  7. Duh, mupeng banget lihat view-nya. Kapan yaa aku bisa ke Penanggungan.

    BalasHapus
  8. ayo mba jumat besok tanggal 25 Maret ke Gunung Sindooro.. sudah fix dan berangkat... gmna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, maaf banget Sabtu ini ada acara di Malang mas :(

      Hapus
  9. Gunung-gunung seperti ini tentu menawarkan pemandangan yang nggak kalah indah. Apalagi sembari menantikan sunrise :-)

    BalasHapus
  10. Selalu pengen pergi naik gunung, tapi bingung gunung yang mana dan sama siapa..
    btw, pemandangannya menyejukkan mata banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba ajakin teman yang sudah pernah mendaki, atau gabung-gabung di komunitas :D

      Hapus
  11. Viewnya Keceeeehhhhhhh....... sayang jauhhhh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang tipis-tipis bisa ke Andong aja kak :D

      Hapus
  12. Ya Allah, cakep banget viewnya.

    BalasHapus
  13. Kapan? mba nanya saya kapan? Besok juga bisa. Seumur-umur blm pernah mendaki gunung nih, beberapa kali di ajakin rasanya blm siap aja. Biasa, gua orang nya terlalu memikirkan hal-hal kecil, kayak kuat atau engga, peralatan yang ribet banget dan lain sebagai nya, padahal semua itu cuma omong kosong, yang sebenernya harus di tanem itu niatnya, dan jujur itu susah.

    Niat nya mau coba gunung-gunung yang ga tinggi-tinggi amat, supaya kaki jadi biasa, tapi waktunya susah, serba salah. Ngomong-ngomong, gua pengen sih naik gunung penanggungan ini. Tapi naik beberapa pos aja, terus nongkrong di warung, ya seengga nya minum-minum manja abis itu pulang haha

    diansaurs.blogspot.com

    BalasHapus
  14. Masya Allah..
    Pemandanganya indah sekali mbak, pasti bikin pikiran fresh ya ..
    Kunjungan perdana nih, salam kenal ya :-)

    BalasHapus
  15. Hiks T.T
    aku juga samaaaa kakaaaa~~
    jadi waktu kemarin main di Kawah Wurung Bondowoso (bentuknya kaya B29 gitu deh), ada sekelompok orang yang pada bawa alat musik (gitar, ketipung, dll). Trus nyanyi" gitu. Ih ga banget :/ aku kurang suka. Apa yah.......mengganggu dan tidak menghormarti/respek keberadaan pengunjung yang lain. Sebel pokoknyaa hehehhe.

    BalasHapus
  16. ya Allah cakep banget gunung penanggungan, gak terlalu tinggi tapi cakep clean gak banyak awan, sukaaa

    BalasHapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.