Jalan-Jalan Nekat Blitar!

Loha-loha!
Ritual tahunan saya untuk gak ngeblog tiap Januari-Februari kayaknya berhasil diakhiri! Ada yang kangen lihat tulisan saya? Oke. Saya punya oleh-oleh nih dari perjalanan saya 12 Februari lalu.
Jalan-jalan nekat, 15 jam, 255 kilometer, menuju 7 destinasi wisata di Blitar dari kaki gunung Kelud hingga pantai selatan.

Kali ini termasuk perjalanan yang paling 'nekat' sih. Karena saya cuma berdua aja sama partner saya, @danzern bermodalkan motor lama kesayangan dia. Tanpa tujuan yang pasti, tanpa temen-temen (yang pada minggat persiapan Valentine), cuma modal "Eh, aku pengen ke Blitar nih." dan Google Maps yang senyam-senyum di hape.

Si danzern ini maunya kalo touring harus berangkat pagi. Kalo perlu sebelum subuh. Lumayan susah negonya nih anak. Tapi akhirnya kami deal berangkat dari rumah temen kami di Singosari pukul 04.30 pagi. Subuh mruput men! Blitar emang gak jauh dari Malang, tapi lebih baik persiapan fisik dulu. Jadi malemnya kami makan Tahu Mlothot Pahlawan Trip dan seporsi sate demi membahagiakan perut kami.

'Puas' tidur gak sampe lima jam, kami bersiap ke Kota Patria Blitar. Dengan muka kriyip-kriyip kami mulai perjalanan kami ke barat mencari kitab suci. Belum sampai setengah perjalanan, saya kepikiran untuk mengejar matahari terbit di Bendungan Selorejo, perbatasan Malang - Blitar. And we got perfect timing, matahari juga ikutan mengintip kami di balik awan dan kabut.
Good Morning!
Cerita lengkapnya di posting berikutnya aja ya. Tempat ini emang cukup recommended buat jalan-jalan irit tanpa tujuan. Apalagi kalau kamu adalah couple bokek yang doyan makan ikan bakar :P

WELCOME TO DESTINATION #1 : ALOON-ALOON BLITAR

Pukul 06.15 kami melanjutkan perjalanan ke Blitar via Wlingi.  Sampai di Kota Blitar sekitar pukul tujuh, pas jamnya anak sekolah dan para pegawai kantoran berangkat. Suasananya beneran beda dengan Kota Malang yang mulai kacau dengan angkot, motor, macet, deru mobil. Anak sekolahan banyak yang berjalan kaki atau menggunakan sepeda menuju sekolah. Asli udaranya jadi seger dan gak bising! Main ke Blitar berasa lupa dengan hiruk pikuk Malang. Blitar is really a peaceful little city!

Setelah muter cari jalan, kami menyempatkan mencicipi Gudeg Mbok Noh yang katanya lumayan terkenal. Gudeg Mbok Noh bisa dinikmati dengan harga Rp 8.000 di dekat Jalan Merdeka. Kalau kamu doyan makan banyak, maaf banget, porsi gudeg ini cuma setengah porsi manusia normal. Toh buat sarapan, sehat nggak perlu terlalu kenyang kan?
Baru dimakan sesendok, beneran!
Abis gitu, kami kembali ke area Alun-Alun Blitar cuma untuk memuaskan rasa penasaran saya. Kami datang terlalu pagi, wisata kuliner di sekitar Alun-Alun pun belum buka. Atau saya yang salah, harusnya ke sini pada malam hari yak?

Oh iya, tadinya saya pikir Alun-Alun Blitar serupa Alun-Alun Batu dan Alun-Alun Merdeka Malang yang didominasi tempat duduk, taman, dan pedagang. Ternyata enggak, hehehe. Alun-Alun Blitar berupa sebuah lapangan yang mengelilingi pohon beringin ikon Blitar. Lapangan ini pun dimanfaatkan sebagai tempat olahraga siswa-siswa di sekitar Alun-Alun.

Gak mau kalah sama anak sekolahan yang lagi semangat olahraga, jadilah saya semangat beterbangan di sekitar pohon beringin.
Levitasi  Alun-Alun Blitar~
Di sisi selatan Alun-Alun terdapat sebuah layar besar yang menginformasikan status siaga Gunung Kelud. Iya, saat itu Gunung Kelud belum meletus. A little surprise for me... Karena baru sehari saja setelah menyelesaikan touring ini, Blitar justru kena bencana alam tersebut. Semoga seluruh korban Gunung Kelud dilindungi Allah ya..

Misi kedua kami sebenarnya adalah menemukan rute menuju Pantai Pangi. Pantai ini nggak terkenal, nggak ada rute Google Maps-nya, dan katanya masih jarang banget dikunjungi. Saya pun merencanakan keberangkatan kami ke sana pada pukul 12 siang. Artinya, masih ada empat jam untuk mencari destinasi wisata berikutnya setelah Alun-Alun Blitar. Hmm.. mau kemana ya?

Iseng-iseng kami mengitari kota lagi. Niatnya mau cari dawet serabi atau semacamnya, tapi ya itulah, kepagian dan belum ada yang buka. Iseng ngelirik Maps, akhirnya kami menuju Kebon Rojo. Kalau dari namanya yang berarti Taman Raja, kami menebak ini semacam hutan kota. Yaweslah, kami mau ngadem dulu saja.

DESTINATION #2 : KEBON REJO

Ternyata ketimbang mirip hutan kota, Kebon Rojo lebih seperti Taman Rekreasi Kota Malang. Eh, bukannya mau banding-bandingin sih. Kesamaannya cuma pada konsep taman keluarga dengan satwa. Di sini tempatnya sangat teduh oleh pepohonan dan banyak satwa yang dipelihara. Mulai ikan di kolam tengah, berbagai macam burung, kera, landak, bahkan rusa dan kanguru. Selain itu ada taman bermain, patung satwa, dan persewaan otopet anak-anak. Lokasi wisata keluarga banget~
Tugu Kebon Rojo. Sisi-sisinya terdapat ukiran momen bersejarah Indonesia.
Aseli sejuuuk di sini. Rasanya males mau pindah. Kalau boleh bengong seharian, mungkin di sini tempatnya. Mau duduk-duduk makan es krim, main ayunan, narsis selfie, atau dengerin celoteh burung, suka-suka! Dijamin betah banget di sini.


Ya tapi jatah kami cuma empat jam. Sementara Blitar udah menggoda kami dengan destinasi ikonik kebanggaan mereka : Makam Bung Karno dan Candi Penataran. Kilometer-kilometer berikutnya masih panjang, dan kami harus segera bergerak. Dih, serasa diuber deadline skripsi aje~

Sepotong dulu ya ceritanya. Destinasi berikutnya bakal saya posting secepatnya!
Bye~~

Imaniar Hanifa

Pemburu keindahan pagi. Penikmat semesta. Pengagum Indonesia. Introvert yang suka terlibat aktivitas sosial.

17 komentar:

  1. bener-bener recommended lokasinya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. belom! belom cerita lengkapnya tuh :3

      Hapus
  2. semoga bagi para korban kelud diberi ketabahan...
    kok hanya ke blitar,.. ngga sekalian ke Kediri.. entar akan saya ajak ke tempat pariwisata.. tapi, ngga jadi.. masih banyak debunya..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya Allah kota berikutnya Kediri :D
      Ada rekomendasi tempat-tempat yang keren buat dikunjungi?

      Hapus
  3. Kok kesannya tenang dan damai banget yaa. Hehehe.
    Siap menanti tempat mu terbang selanjutnya nih.

    BalasHapus
  4. salam dari bloogger blitar...
    kunjungi blog saya yaaa ;) http://nerashuke.blogspot.com

    BalasHapus
  5. seru jalan jalannya . . . iya ah ntar kalo ke blitar mau malem :D

    BalasHapus
  6. Selamat, anda mendapat Liebster Award dari saya. Silahkan kunjungi:

    http://azispangestu16.blogspot.com/2014/07/the-liebster-award.html

    *semoga berkenan*

    BalasHapus
  7. pengen mampir euy..
    visit back ya mbak.
    www.katamiqhnur.com

    BalasHapus
  8. kalau malam, aku lupa tiap kapan ada festival penataran di blitar
    #nama festival yang benernya juga lupa, ada purnama purnamanya gitu

    kunjungi juga http://lukiluck11.blogspot.com
    http://malangshopaphoria.blogspot.com

    BalasHapus
  9. dulu waktu lewat blitar cuma sempet ke makam Bung Karno, trus ke waduk mana gitu.. lupa namanya :D

    BalasHapus
  10. Keren ya tempat-tempatnya. Jadi pengen jalan-jalan kesana juga. Hehe.
    Anyway, salam kenal ya kak. :)

    BalasHapus
  11. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    www.fikrimaulanaa.com

    BalasHapus
  12. Blitar ini diam-diam menyimpang banyak hal menarik, ya. Saya pas ke sana diajak tur sepeda, mengunjungi desa belimbing yang belimbingnya manis2 banget! Terus ke tempat pembuatan gendang, dan ke Candi Panataran. Menyenangkan!

    BalasHapus

Moderasi aktif | Komentar akan muncul setelah dimoderasi.